Monday, February 13, 2017

Selamat Tidur "Malam Penjaga Resah Gelisah"


Selamat tidur
Pada malam yang terjaga menunggu sepi yang mengusik jiwa perindu
Larut larutlah bersama malam
Dan kemudian hilang, lenyap bersama jiwa yang melayang
Puas puaskan malam mu, biar malam yang menjaga resah gelisah
Tidur...
Karena jika malam tertidur, mentari bangun, jiwamu merasuk, resah gelisah kembali mengusik
Tidurlah, rasa panik dan cemas juga perlu rehat sejenak
Bukan untuk meredakan, tak juga mengusir
Hanya, memberi jeda... agar panik dan cemas tetap ada dalam jiwa.
Bukankah itu pengurang dosa?!
Bukankah yang mengajari kesabaran dan ketabahan  adalah panik dan cemas?!
Panik dan cemas yang berhasil kamu taklukan
Seperti malam penakluk resah gelisah
Tidur tidur, sebelum waktumu habis
Sebelum bersua dengan mentari,
Kemudian resah, gelisah, panik, dan cemas menggeliat.

Friday, February 10, 2017

Perihal Jodoh


Perihal jodoh,
Ada yang sudah lama pacaran akhirnya putus
Ada yang sudah mengumbar janji, jadi lupa
Ada yang sudah mengikat janji, lalu dilepas begitu saja
Ada yang telah memilih, namun berganti
Ada yang telah memutuskan, namun beralih
Ada yang tak mampu, lalu pergi
Ada yang singgah, dan kemudian tak yakin pasti
Ada yang tergoda, lalu tak kembali
Ada yang kembali, namun terlambat untuk menyesali
Dijemput dengan cara baik-baik
Baiknya gimana!
Kalau jodoh... tikung-menikung, atau yang main-main jadi beneran, yang serius jadi main-main, yang tak disangka jadi sangka, yang disangka jadi tak disangka... (Semua itu baik kok. Namanya jodoh, ya sudah terbaik dari yang terbaik 😊 Hanya saja kita manusia, mengklasifikasikan baik buruk dari sudut pandang masing-masing individu).
Dan apapun itu, hanya akan jadi istilah. Yaa memang jodohnya, apa mau dikata.
Kan jodoh... Mungkin demikian caranya. 😊
Semoga kita berjodoh dunia akhirat ya... Iyaa.. Aku dan Kamu! 🙏😇💑
Daann kembali pada pepatah lama yang telah mengakar, "jodoh tak akan kemana, tak kan lari dikejar apalagi diam 😀.
Tenang, sing kalem... Yang diam aja sudah ada jodohnya, kalau lari nanti lelah sendiri lhoo... 😆✌
Salam cintaahh gengs!! 💃💞

Monday, February 6, 2017

Tulang yang Bengkok, Luruskanlah Jalanku


Apa aku terlalu lemah. Atau mungkin aku yang terlalu memanjakan diriku. Rasanyaa... hal kecil yang biasa saja terasa berat di ujung. Menahan rasa letih. Heii tulangku!!! Apa kamu tak sanggup lagi menopangku?! Tulang belakangku!!
Apa aku harus terus berbaring agar tak merasakan sakitnya setelah beraktivitas?!
Aku malu.. Wajah penuh harap ini menahan dan meminta untuk disanggupkan.
Apa yang perlu disombongkan?! Sedang pinggangmu saja perlu korset kesehatan untuk menahan beban tubuhmu sendiri.
Lemah??! Ahh,, itu hanya perasaan. Selalu meyakinkan diri, bahkan sudah sejauh ini tetap baik-baik saja.
Lakukan sebisanya, jangan memaksa. Pasti ada jalan.
Bersahabatlah padaku, tulang belakang yang bengkok... Jangan mudah mengeluh, apalagi menyerah. Kuatkan! Jangan sedikit-sedikit letih.. Aku mengandalkanmu! 😇😘🙏
#skoliosis

Friday, January 27, 2017

Teruntuk Ibu, Bapak, Keluargaku

Berkali-kali aku pergi, berkali-kali pula tatap wajah mengiringi.
Kemudian hilang oleh sekat berpori pekat.
Ah, rasanya seperti sudah tahu akan jatuh namun aku tetap meneruskan untuk jatuh pada got.
Lagi, berulang hari ke hari.
Tak lama aku pergi, tak juga jauh aku melangkah.
Masih sekotak aku bisa berjumpa.
Namun, tak bosan mereka menghantarkan harap untukku menempuh cita dan asa.
Keluarga...
Orang yang menyayangi tanpa pamrih.
Kalau mereka berharap kita sukses. Itu bukan pamrih mereka. Bukan!
Melainkan harapan mereka. Karena bahagiamu, bahagia mereka.
Terimakasih ibu, bapak, keluargaku...
Cinta dan sayang itu ada saat jarak memisahkan.
Tuhan.. Kalau boleh meminta, berikan jarak namun jangan terlalu jauh. Agar kesadaranku tetap ada, dan terjaga, tanpa terlambat menyadari .

Wednesday, December 28, 2016

Siapapun yang Berdoa dalam Diam


Kamu yang diam,
Kamu yang acuh,
Tak peduli.
Dan kamu yang banyak bicara,
Kamu yang peduli
Ternyata itu semua kamu.
Dua bagian berseberangan
Yang menjelma jadi satu tubuh
Ternyata kamu,
kamu yang banyak bicara,
lewat doa
Kamu yang peduli,
dalam naungan Ilahi
Kamu,
siapa saja yang mampu mencintai
tanpa menunjukkan langsung pedulimu, kasihmu
Sungguh... itu berat
Jangan lakukan jika tak sanggup
Sungguh mencari ketulusan itu tak mudah.
Namun tak perlu risau,
karena ketulusan tak perlu dicari.
Dia akan datang sendiri
Tak perlu mencari tahu,
menggugat siapa pemiliknya.
Sungguh, yang diam itu berat

Tips Mengatasi Kulit Iritasi dan Sensitif Tanpa Perawatan Dokter Kulit / Klinik Kecantikan

Hal biasa yang terjadi pada pra menstruasi, salah satunya adalah timbulnya jerawat. Jerawat satu belum sembuh, eh muncul jerawat di belahan wajah lain. Belum lagi kalau terkena tangan, kemudian meradang. Nggak dipencet aja menimbulkan bekas, apalagi dipencet.
Nggak tau penyebabnya apa, pra menstruasi kali ini rasanya berdampak parah pada wajahku yang notabene emang gampang sekali jerawatan.
kebetulan juga, pas bertepatan lagi nyobain produk baru, sabun jerawat yang mengandung sulfur, dan obat cair seperti parem yang juga mengandung belerang, ditambah krim pelembab bervitamin yang baru aku coba beberapa hari ini.
Entah karena produk yang mana, atau emang lagi siklus parah-parahnya jerawat, muka rasanya bentol jerawat, gatal dan merah meradang.
Akhirnya aku putuskan tidak memakai produk apapun.
Perawatannya simpel dan alami. Ternyata tanpa perawatan dokter, wajah bisa kembali pulih. Cukup ambil lidah buaya / aloe vera. Belah dan usapkan gel nya ke wajah. Lakukan secara rutin yaa..
Memang nggak instan, butuh waktu, tapi ampuh kok. Back to nature, semua yang kita butuhkan sebenarnya gampang dan murah lho. Cukup dengan pengobatan alami dan nggak membahayakan wajah. Yang penting rutin. Karena emang yang namanya perawatan itu harus rutin dan telaten.

1. Cukup pakai lidah buaya, ambil gel nya, lalu oleskan
2. Perbanyak minum air putih (2,5 liter per hari)

Mudahkan, cuma 2 kuncinya.
Untuk sehari-hari gunakan pembersih wajah, pelembab/ foundation, dan bedak yang sekiranya cocok untuk kulit.
Satu lagi yang perlu diingat ya guys, jerawatan itu lumrah (yaa di usia pubertas gini emang wajar jerawat tumbuh). Apalagi jika memiliki kulit sensitif dan berminyak.
Yang perawatan ke dokter mahal aja juga pasti pernah jerawatan, sekalipun punya kulit mulus.
Jadi nggak usah minder.
Merawat diri itu perlu. Kalau ada yang murah dan gampang, ngapain cari yang mahal.
Sekian tips dari aku, yang emang belum punya pandangan untuk perawatan di klinik kecantikan. Dan semoga enggak tergiur juga, hehehe.

Thursday, December 22, 2016

Kamu yang Tak Pernah Benar-Benar Ada di Posisimu

Cobalah untuk memahami orang lain.
Kalau kamu bilang tidak bisa, itu tidak mungkin.
Sebab diri sendiri pun tak pernah benar-benar pada keberadaan kita.
Aku berada pada sudut lain untuk memandang sudut lain.
Dan kamu yang lain berada pada sudut yang aku anggap ada diriku di situ, padahal aku tak pernah ada di sana.
Bahkan untuk memandang terbitnya matahari dari ujung Timur sana. Kita tak pernah benar-benar berada di arah terbitnya.
Dan untuk tahu terbenamnya, kita tak perlu mengikuti geraknya.
Karena bahwasanya semua sudah ada garisnya. Dan tiap orang berbeda. Kita saja yang sibuk kepo atau sekadar ingin tahu sebab akibat yang bukan urusan kita.
Daann sebenarnya kita tak pernah benar-benar pada posisi kita sekarang. Kita hanya melihat dari sudut pandang lain, ketika melihat sesuatu.
Mentari terbit dari Timur, bukan berarti kita sedang ada di Timur bukan???!

Sunday, December 18, 2016

Tips Mengatasi Kulit Iritasi dan Sensitif

Hal biasa yang terjadi pada pra menstruasi, salah satunya adalah timbulnya jerawat. Jerawat satu belum sembuh, eh muncul jerawat di belahan wajah lain. Belum lagi kalau terkena tangan, kemudian meradang. Nggak dipencet aja menimbulkan bekas, apalagi dipencet.
Nggak tau penyebabnya apa, pra menstruasi kali ini rasanya berdampak parah pada wajahku yang notabene emang gampang sekali jerawatan.
kebetulan juga, pas bertepatan lagi nyobain produk baru, sabun jerawat yang mengandung sulfur, dan obat cair seperti parem yang juga mengandung belerang, ditambah krim pelembab bervitamin yang baru aku coba beberapa hari ini.
Entah karena produk yang mana, atau emang lagi siklus parah-parahnya jerawat, muka rasanya bentol jerawat, gatal dan merah meradang.
Akhirnya aku putuskan tidak memakai produk apapun.
Perawatannya simpel dan alami. Ternyata tanpa perawatan dokter, wajah bisa kembali pulih. Cukup ambil lidah buaya / aloe vera. Belah dan usapkan gel nya ke wajah. Lakukan secara rutin yaa..
Memang nggak instan, butuh waktu, tapi ampuh kok. Back to nature, semua yang kita butuhkan sebenarnya gampang dan murah lho. Cukup dengan pengobatan alami dan nggak membahayakan wajah. Yang penting rutin. Karena emang yang namanya perawatan itu harus rutin dan telaten.

1. Cukup pakai lidah buaya, ambil gel nya, lalu oleskan
2. Perbanyak minum air putih (2,5 liter per hari)

Mudahkan, cuma 2 kuncinya.
Untuk sehari-hari gunakan pembersih wajah, pelembab/ foundation, dan bedak yang sekiranya cocok untuk kulit.
Satu lagi yang perlu diingat ya guys, jerawatan itu lumrah (yaa di usia pubertas gini emang wajar jerawat tumbuh). Apalagi jika memiliki kulit sensitif dan berminyak.
Yang perawatan ke dokter mahal aja juga pasti pernah jerawatan, sekalipun punya kulit mulus.
Jadi nggak usah minder.
Merawat diri itu perlu. Kalau ada yang murah dan gampang, ngapain cari yang mahal.
Sekian tips dari aku, yang emang belum punya pandangan untuk perawatan di klinik kecantikan. Dan semoga enggak tergiur juga, hehehe.

Samudera, Tak Kenal Salah dan Maaf


Noda itu aku. Dan kebaikan itu kamu.
Noda pernah bersalah pada kebaikan. Noda yang terlanjur menyerap pada lembaran kapas. Kemudian membesar bukan lagi kapas putih. Kebaikan menyerah, dan mengabaikan noda.
Maaf pun tak berguna, dan penyesalan berakhir di gundukan dosa-dosa yang entah kapan mendapat remisi.

Di belahan bumi lain, berbeda cerita.
Noda bertemu samudera. Samudera beriak dipenuhi noda. Pekat, namun tunggulah. Tak beberapa lama, pekat jadi pudar. Mengabur dan menghilang.
Beberapa hari, noda kembali. Dan berulang peristiwa yang sama. Samudera tak pernah terkoyak.
Heii!! Namun aku bukan samudera.
Dan harusnya kamu lebih mengerti, karena kamu lebih tau. Salah dan maaf adalah awam bagi manusia.

Dan samudera yang tak kenal salah dan maaf, bisa dengan fasihnya memahami. Dan kita manusia, bisa memahami dan memaafkan.

#selfreminder

Sunday, November 20, 2016

HAPPY CHILDREN'S DAY

Hari Anak-Anak Sedunia di Indonesia

Manggarai, 20 November 2014


Dua tahun lalu, mereka menyanyikannya di depan kelas. Dengan malu-malu mereka menyanyikan lagu Tanah Airku.
Aku merekam gelak canda, malu-malu mereka. Mereka yang saban Minggu pergi ke Gereja. Lantunan lagu gereja sering terdengar, saat kegiatan keagamaan hari sekolah. Dengan malu-malu, aku memasuki Gereja. Berbalut lengkap jilbab di tengah ratusan umat Katholik di sana.
Pada kesempatan itu, di sela-sela pelajaran IPS, kami sekelas melakukan permainan kecil. Permainan kecil dengan suara keras mereka. Gaduhlah seisi kelas.
Yang kalah, dihukum menyanyikan lagu d depan kelas. Dan di hari Anak-Anak Sedunia, kami persembahkan untukmu Indonesiaku, kebanggaan kami, Tanah Airku. Persembahan dari anakmu di ujung Timur Nusa Tenggara.

Tuesday, May 3, 2016

Mungkin... dan suatu nanti.....................

Aku tahu pasti,
aku pernah mengingat sesuatu dan perlahan suatu nanti ingatan akan terkikis.

Mungkin, aku pernah salah. Dan suatu nanti aku akan mengingatnya, merenungkannya, dan menyesalinya.
Mungkin, aku pernah muda. Dan suatu nanti aku akan mengingat masa itu, mengulanginya hanya dengan membayangkannya, dan sedih atau bahkan bahagia walau hanya datang melalui rasa.

Saturday, April 30, 2016

Kelangkaan (Ekonomi Kelas X SMA)

Berikut ini materi Ppt tentang Kelangkaan. Silakan download. Gunakan sebijak mungkin yaa...

Tuesday, January 5, 2016

Pertempuran 1 Hari di Semarang #PergulatanHati

Subuhku ─ memeluk dingin, merangkul sunyi, berkawan kokok ayam dan burung bersiul merdu. Tanpa tetesan embun, hanya sisa2 air yang akan menjelma malaikat bila menetes.
Di suasana sisa perpaduan udara engap kamar yang bergumpal dengan kipas angin. Di dalam rumah, mengasingkan diri. Mengunci diri dari terbitnya fajar. Matahari enggan masuk. Cukup tembok menjadi pagar betis kemenanganku.

Gumam Hati

Alunan yang terdengar memuakkan. Terdengar setiap hari.

Sambi lalu petuah, yang hanya berakhir percuma.
Menggema dan perlahan menghilang.

Dendangan yang tercipta memecah kebekuan.
Itu terdengar seperti bantingan yang berdebam.

Alunan dan dendangan, harusnya menjadi suara yang nyaman di telinga.
Tetapi akan menjadi sakit, jika itu bukan yang ingin didengar.

Resapi..

Selama masih bisa didengar walau dalam sunyi.

Karna suatu waktu, suara tiada terngiang. Sepi di dalam sunyi.

Senyap yang tak dapat diartikan dengan apapun.

Songke Khas Manggarai

Hai haiii... Sekedar berbagi cah! Berbagi ilmu, berbagi pengalaman, berbagi cerita...

Di Manggarai sendiri banyak sekali motif songke yang ada. Istimewanya kain-kain ini dibuat dengan cara tenun. Untuk 1 kain sarung saja butuh waktu hingga 4 minggu untuk membuatnya. Mungkin bisa lebih jika motifnya rumit dan kualitas kain yang bagus.

Ini lho cah.. contoh beberapa kain yang berhasil diabadikan. Monggo ditingali cah.... hehehe

Ini songke yang berbentuk selendang

Thursday, October 29, 2015

Wanita Karier? Ibu yang Bekerja? *Rumah Tangga

Keluarga...
Wanita bekerja, seimbangkah antara keluarga dan pekerjaan?
Sanggup?? Mungkin sanggup.
Namun aliran yang dibuat bercabang pasti arus terbagi.
Perhatian yang diberikan?
Bisa sama rata, atau lebih di salah satu sisi.
Adil??
Adil tak mesti rata. Seimbang belum tentu adil. Lebih di satu sisi?? Adil?? Tergantung, situasi dan kondisi. Mana yang menjadi prioritas?? Ahh.. semua tergantung individu masing-masing.
Bagaimana membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan?

Kembalikan lagi jawabannya pada anak. Anak dan pekerjaan? Lebih penting mana?
Lebih banyak mana? Waktumu untuk kerjamu, atau untuk keluargamu? Di sana akan kau temukan jawaban.

Ibu.. kecilku, dulu bersama orang lain yang kau amanatkan untuk menjagaku.
Besarku, terbiasa di rumah tanpa kutemukan siapapun. Hanya makanan yang kau masak pagi tadi.
Menonton tv, kemudian tidur. 
Sepi sudah biasa bagiku.
Setelah besar,dewasa.. 
begitu pulang, hanya omelan yang sering kudengar.
Nada tinggi yang sering kudengar.
Apa engkau lelah ibu??
Dan malammu sedikit waktu. Dan engkau larut dalam tidurmu.


dari,
Anakmu, yang saat ini merasakan rumitnya bekerja.
Guru, mendidik anak orang lain,sedang mendidik anak sendiri kadang tak ada waktu.
Itu pandanganku. Saat ini yang kurasa.
Sederhana, namun rumit. Mungkin nanti ketika sudah berumah tangga, akan ada banyak hal yang kumengerti.
Dan akan mudah bagiku memutuskan, berkarir ataukah tidak.

Porsi Hari Ini, Itulah yang Akan Kau Makan. Habiskan!!!

Seperti pupil yang meredup, ketika cahaya terlalu terang.
Rendahkanlah hatimu, ketika dunia penuh dengan kilaunya.

Seperti pupil yang melebar, ketika terang tak lagi didapat.
Besarkanlah hatimu, ketika gelap menyelimuti duniamu.

Semua akan bisa dengan sendirinya.
Masalah yang akan mendewasakan.
Entah kita menyadari sebelumnya atau tidak.
Sebut saja, yang belum terjadi kita bilang kewaspadaan.
Yang sudah terjadi kita bilang pelajaran.
Muaranya pendewasaan.
Semua belajar.
Cepat atau lambat, itu hanya masalah waktu.
Banyak atau tidak yang didapat, itu hanya masalah kapasitas.
Semua ada porsinya.
Namun kadang jalan hidup membuatnya berbeda.
Lebih di kebaikan atau keburukan??
Muaranya tetap sama, ridho Illahi.

Tuesday, September 29, 2015

05:00 Langit Jadi Saksi



            Perjalanan cinta yang dimulai dengan proses yang singkat. Nara mulai menaruh hati tanpa tahu alasan lain. Dia baik, berbeda dari yang lain. Sangat subjektif, namun masalah hati membuat semuanya lebih dari sekadar istimewa. Mungkin ─ ini cinta. Seberapa besarnya dan bagaimana bentuknya cinta, bisa dilihat dari betapa tak semudah itu kamu berpaling, tak semudah itu kamu tak peduli.
            Masih teringat jelas kenangan bersama Awan. Walau tak lagi bersama setiap harinya karena Kuliah Kerja Nyata telah usai, Awan tak pernah luput dari ingatan Nara.
“Mungkin ini suatu dosa, namun masa-masa itu memberikan makna yang tak pernah dirasakan sebelumnya. Melekat di sini, ya di sini! Di hatiku.”
            Antara prinsip dan pilihan. Jika yang dipilih salah, maka prinsip akan menjadi percuma. Nol besar untuk prinsip yang dibuat sendiri, namun justru tak bisa menjadi penuntunnya. Bagi Nara ini pertaruhan. Walau akhirnya tak akan bisa disebut menang atau kalah. Karena semua merupakan perjalan hidup.
***

Monday, September 28, 2015

Ini Manggarai!!!

Hei... ini Manggarai punya Kantor Bupati.


Heran, setahun sudah di sini, namun baru bisa mengabadikan moment ini di saat terakhir kami #SM3T Universitas Negeri Semarang (UNNES) angkatan IV akan pulang.
Bersama dengan LPTK Universitas Negeri Malang, kami menjadi satu keluarga, bersama mengabdi.
Kami mengabdi, kami berjuang, dan kami pulang membawa setumpuk kenangan.
Di Manggarai ini, kota Ruteng menjadi kenangan.
Di sini, dimana orang asing jadi keluarga, minoritas jadi pengukuhan jati diri, keterbatasan jadi kebersyukuran.




Haii haii haii... kalian akan tahu, sihir apa yang dipunya Manggarai. Ke sini, datang dan rasakan... Keindahan alam yang tiada henti mencurahkan sumber daya yang berlimpah. Keragaman budaya yang tiada lelah memaku kalian, dan tiada henti berdecak kagum.

"Sihir" yang akan terus mengusik kalian untuk datang ke sana lagi.
Hmm... suatu saat nanti mungkin aku akan kembali, ke sana!
Ya, semoga alamnya masih tetap indah, keramahan penduduknya tak pernah berubah. Karena itu yang kurindukan, kita semua rindukan, para pejuang #SM3T penempatan Manggarai.

Rindu anak didik kami, mutiara hitamku~~~

~Paka, Manggarai, NTT ~